Siaran Pers Saka Milenial Pramuka Kembangkan Literasi Digital Untuk Bangun Desa

Magelang, 16 Maret 2019

Ketua Majelis Pembimbing Kwartir Daerah (Kamabida) Gerakan Pramuka Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, meminta generasi milenial melek Internet, memanfaatkan media sosial secara positif dan sekaligus memerangi hoaks. Hal tersebut disampaikannya dihadapan sekitar 350 pramuka Penggalang dan Pandega dalam acara Raimuna Wilayah, di Pendopo Kwarcab Magelang, 15 Maret 2019.

“Pramuka perlu memahami penggunaan Internet dan lantas turun ke desa, membantu masyarakat agar lebih berdaya,” ujar Ganjar yang juga Gubernur Jawa Tengah tersebut. Ganjar pun mempertegas tugas dan fungsi Saka Milenial (Satuan Karya Pramuka Mitra Inovasi dan Literasi Teknologi Informasi Digital) yang memiliki krida literasi digital dan Internet.

Dalam kesempatan tersebut, Ganjar turut mengapresiasi pelatihan dan rencana kerjasama lebih lanjut antara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) dan Gerakan Nasional Literasi Digital SiberKreasi dengan Kwarda Pramuka Jawa Tengah untuk pengembangan materi pelatihan Syarat Kecakapan Khusus (SKK) Bijak Media Sosial dan SKK Pembicara Literasi Digital pada krida tersebut.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi khusus Saka Milenial dengan narasumber Sukma Wahyu Wardono (Andalah Daerah Kwarda Jawa Tengah bidang Komunikasi Strategis) dan Donny B.U. (Tenaga Ahli Menkominfo bidang Literasi Digital dan juga Pegiat Literasi Digital SiberKreasi / ICT Watch) tentang peran generasi milenial menggunakan teknologi digital secara positif, kreatif dan produktif.  

Turut dijelaskan pula tentang SiberKreasi dan kiprahnya di masyarakat, oleh Adya Nisita (Manajer Riset SiberKreasi) dan sekaligus memperkenalkan materi edukasi tentang antisipasi hoaks. Andri Johandri (Pegiat Saka Milenial) pun memperkenalkan situs http://sakamilenial.scouts.id untuk informasi lebih lanjut tentang Saka Milenial. Para pramuka peserta pun tetap semangat dan antusias mengikuti sesi yang berlangsung hingga larut malam berteman guyuran hujan.

Pada sore hingga malam hari sebelumnya, 14 Maret 2019, keempat narasumber tersebut bersama dengan perwakilan Dinas Kominfo Jawa Tengah, M Agung Hikmati (Kabid e-Government Diskominfo Provinsi Jawa Tengah), melakukan pertemuan pendahuluan terkait sinergi dan kolaborasi pengembangan Saka Milenial. Salah satu rencana konkritnya adalah pelibatan jejaring SiberKreasi untuk bersama menyusun semacam buku panduan bagi SKK Bijak Media Sosial dan SKK Pembicara Literasi Digital. Sumber rujukan utama akan menggunakan materi yang ada di http://literasidigital.id. Juga digagas peran lebih intensif SiberKreasi dalam membangun pengetahuan generasi muda melalui Saka Milenial di sejumlah SMP, SMA dan SMK pada 31 kabupaten / kota se Jawa Tengah.

Belum lama berselang, Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Komjen Pol (Purn) Budi Waseso, atau yang akrab disapa Buwas tersebut, pun ingin menjadikan Saka Milenial Pramuka Kwarda Jawa Tengah tersebut sebagai percontohan nasional. Hal tersebut ditegaskannya saat melakukan pelantikan Majelis Pembimbing Daerah (Mabida), Pengurus Kwartir Daerah (Kwarda), dan Dewan Kerja Daerah (DKD) Provinsi Jateng masa bhakti 2018-2023, 5 Maret 2019 di Semarang.

“(Pembentukan Saka Milenial) Jateng inikan yang pertama, akan kami jadikan ‘pilot project’ nasional, hasilnya nanti akan kami jadikan bahan untuk penerapan di seluruh Indonesia,” ujar Buwas. Menurut dia, pembentukan Saka Milenial tersebut sangat penting di tengah maraknya peredaran informasi menyesatkan semisal hoaks di kalangan masyarakat. “Gerakan Pramuka harus bisa mengikuti perkembangan zaman,” tandasnya.