INDONESIA MAKIN CAKAP DIGITAL

Kerangka kerja literasi digital dipakai sebagai basis dalam merancang program dan kurikulum literasi digital Indonesia
tahun 2020-2024

image kerangka kerja
Kemampuan Berdigital

Kemampuan individu dalam mengetahui, memahami, dan menggunakan perangkat keras dan piranti lunak TIK serta sistem operasi digital dalam kehidupan sehari-hari

image kerangka kerja
Etika Berdigital

Kemampuan individu dalam menyadari, mencontohkan, menyesuaikan diri, merasionalkan, mempertimbangkan, dan mengembangkan tata kelola etika digital (netiquette) dalam kehidupan sehari-hari

image kerangka kerja
Budaya Berdigital

Kemampuan individu dalam membaca, menguraikan, membiasakan, memeriksa, dan membangun wawasan kebangsaan, nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari

image kerangka kerja
Keamanan Berdigital

Kemampuan individu dalam mengenali, mempolakan, menerapkan, menganalisis, menimbang, dan meningkatkan kesadaran keamanan digital dalam kehidupan sehari-hari

Kolaborasi
Kominfo
Siberkreasi
ICT Watch
IGF
Relawan TIK
FIRAL

Event Terdekat

Event Lainnya

Lihat semua event

Buku Terbaru

Lihat semua buku
new books
Buku Baru
195 Unduhan

Posted on 18 April, 2021 by Admin Siberkreasi

Diunduh sebanyak: 195 kali

Demokrasi Damai Era Digital

Tiga dekade lalu masyarakat Indonesia masih dibatasi akses berekspresi, kini dengan perkembangan instrumen daring kita diterpa banjir bandang informasi. Situasi saling terhubung, hadirnya inovasi data raksasa (big data), serta kecepatan menyebarkan informasi yang didukung oleh akses Internet, membawa tantangan yang besar bagi demokrasi. Tidak jarang, platform jejaring sosial dipakai turut andil meramaikan isu-isu yang memperuncing perpecahan. Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi menghimpun kontribusi tulisan dari para jejaringnya untuk membicarakan praktik demokrasi yang merambah ke dunia virtual. Sesuai judulnya, "Demokrasi Damai Era Digital", bunga rampai ini dimaksudkan merangkum pengalaman, pikiran, pesan, dan harapan para penulis, dalam mempraktikkan demokrasi era digital dengan menonjolkan nilai perdamaian. Sebab, hak bersuara yang disematkan pada warga negara kerap kali disalahgunakan untuk menebar ujaran-ujaran menyakiti yang memantik kekerasan, utamanya di tengah masa kritis menuju pemilihan umum. Banyak topik dikupas dalam buku ini. Sehingga untuk memudahkan navigasi, ia dibagi menjadi lima sub-bab, antara lain: jurnalisme digital, anak muda, media sosial, ruang domestik, dan perihal demokrasi. "Demokrasi Damai Era Digital" diharapkan mampu menyumbang harapan bagi semangat berdemokrasi dengan akal sehat dan tentunya, berpendapat tanpa menghujat.

Artikel

Lihat semua artikel

[Siaran Pers] Berbagai indikasi kasus kebocoran data pribadi di ranah digital terjadi di Indonesia. Digination.id mencatat di tahun 2022 ini saja sudah terjadi indikasi kasus The post Titik Nadir ...

selanjutnya

Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten Blitar melalui sekretaris daerah, Drs Izul Marom M.Sc, membahas tentang pemetaan jaringan dalam rangka menggalakkan digitalisasi di daerahnya. Pemetaan ini ...

selanjutnya

Tumbuh kembang pertanian sangat membutuhkan sentuhan teknologi supaya petani semakin memiliki daya untuk meningkatkan hasil panen dan terhindar dari penyakit. Digitalisasi di dunia pertanian ...

selanjutnya

Video Bulan ini

Lihat semua video

Literasi digital adalah kemampuan individu untuk mengakses, memahami, membuat, mengomunikasikan, dan mengevaluasi informasi melalui teknologi digital yang bisa diterapkan dalam kehidupan ekonomi dan sosial.

UNESCO