BerandaBeritaDetail Berita
Foto Bersama Kegiatan Peningkatan Literasi Digital untuk Mahasiswa Politeknik Digital Boash Indonesia (PDBI)

Bijak Pakai AI di Kampus

Kamis, 20 Agustus 20265-6 menit baca

Diposting oleh:Pusat Pengembangan Literasi Digital


Share Berita

Bogor, Literasi Digital — Kemudahan akses Artificial Intelligence (AI) generatif kini memicu ancaman baru di dunia akademik: plagiarisme gaya baru. Menghadapi tantangan ini, mahasiswa dituntut untuk memposisikan AI sebatas co-pilot atau asisten, bukan autopilot yang menggantikan nalar kritis dan integritas karya.


“Jangan mengira bahwa plagiarisme hanyalah tentang copy-paste secara utuh. Mengambil ide atau gagasan dari AI tanpa mencantumkan sumber atau atribut yang layak juga termasuk bagian dari plagiarisme,” ujar Ketua Tim Literasi Digital Segmen Pendidikan, Diah Aliefya, saat mewakili Kepala Pusat Pengembangan Literasi Digital membuka acara Peningkatan Literasi Digital untuk Mahasiswa Mahasiswa Universitas Boash Indonesia dengan Tema Plagiarism say no more, AI lets Explore. di Bogor, Kamis (20/08/2026).


Berpikir kritis, lanjut Alief, merupakan kunci, jangan hanya berorientasi pada hasil instan. Tanyakan pada diri sendiri: Apakah proses pencarian ini sudah benar? Apakah informasinya dapat dipercaya? Bagaimana saya menghargai karya orang lain yang saya jadikan referensi?


Alief juga menekankan, mahasiswa harus memanfaatkan AI sebagai Co-Pilot, Bukan Autopilot. “Jadikanlah AI sebagai asisten (co-pilot) yang membantu. Kendali utama (main awareness) harus tetap berada di tangan kita, jangan biarkan kita yang justru dikendalikan oleh teknologi atau AI,” tuturnya.


Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa akan diberikan edukasi mengenai konsep literasi digital dan plagiarism dalam konten digital hingga pengenalan AI dalam proses produksi konten digital.


Selain isu etika akademik dan pemanfaatan AI, acara ini juga menyoroti kondisi darurat perlindungan anak di media sosial. Melalui sosialisasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas), mahasiswa didorong untuk turun tangan langsung. 


“Sebagai kelompok usia dewasa (di atas 18 tahun), kalian didapuk menjadi agen perubahan (agent of change) di ruang digital. Kami harap mahasiswa bisa menjadi garda terdepan untuk membimbing dan mendampingi adik-adiknya atau anak di bawah umur yang rentan menyerap informasi tanpa saringan di internet,” harap Alief.


Pada akhir sambutannya, Alief berharap setelah mengikuti kegiatan hari ini, teman-teman mahasiswa tidak hanya menyimpan ilmu ini untuk diri sendiri, tetapi juga menyebarkannya kepada teman sebaya, keluarga, dan lingkungan sekitar. 


“Mari kita tularkan hal-hal baik dan tingkatkan awareness masyarakat akan pentingnya literasi digital,” pungkasnya.

Kegiatan yang mengusung tema "Plagiarism say no more, AI lets Explore" ini merupakan inisiatif kolaborasi antara Pusat Pengembangan Literasi Digital BPSDM Komdigi Republik Indonesia, Relawan TIK Indonesia (RTIK), Universitas BOASH, dan PT Smaart Kreasi Digital. 


Selain dihadiri 100 mahasiswa Universitas Boash sebagai peserta, turut dihadiri dan didukung oleh pimpinan kampus, di antaranya Rektor Universitas Boas, Bapak Dr. Farhan, S.T., M.T., serta Ketua Relawan TIK Indonesia, Ibu Hani Purnawanti. (lry)



Narahubung

Diah Aliefya

Tim Literasi Digital Pendidikan dan Disabilitas

Pusat Pengembangan Literasi Digital BPSDM Komdigi

Kementerian Komunikasi dan Digital




Share Berita

Berita Terkait

Lihat Semua
embukaan Kegiatan Literasi Digital oleh Ketua Tim Literasi Digital Sektor Pendidikan dan Disabilitas, Diah Aliefya.
Senin, 24 Agustus 2026

Wujudkan Ruang Digital Aman untuk Tumbuh Kembang Anak.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Dorong Peran Guru Melalui Undang-Undang Perlindungan Anak (PP TUNAS)

Foto Bersama Kegiatan Peningkatan Literasi Digital untuk Mahasiswa Politeknik Digital Boash Indonesia (PDBI)
Kamis, 20 Agustus 2026

Bijak Pakai AI di Kampus

Melalui Kegiatan Peningkatan Literasi Digital untuk Mahasiswa Mahasiswa Politeknik Digital Boash Indonesia (PDBI), Mahasiswa Harus Kritis Hindari Plagiarisme Gaya Baru!

Santri dan Santriwati peserta  kegiatan Fasilitasi Pandu Literasi Digital untuk Disabilitas di Pesantren dan Sekolah Tunanetra Raudlatul Makfufin.
Senin, 10 Agustus 2026

Ruang Digital untuk Semua.

Komdigi jangkau disabilitas netra belajar Search Engine dan AI melalui Fasilitasi Pandu Literasi Digital untuk Disabilitas.

Foto bersama pelatihan Antihoaks: Cek Dulu Sebelum Sebar, Cegah Sebelum Viral.
Rabu, 05 Agustus 2026

Cegah Sebelum Viral!

Pelajar Jakarta Dilatih Bongkar Manipulasi AI dan Disinformasi, melalui pelatihan Antihoaks: Cek Dulu Sebelum Sebar, Cegah Sebelum Viral.

Foto Bersama Peserta Pelatihan
Rabu, 22 Juli 2026

Komdigi Gelar "Tunas Indonesia Cakap Digital"

Perkuat Komitmen Multipihak untuk Pelindungan Anak di Ruang Digital

Foto bersama peserta Literasi Digital bagi Komunitas Disabilitas
Senin, 06 Juli 2026

Sebarkan Ilmu Digital ke Seluruh Masyarakat

Komdigi dan DNIKS menyelenggarakan pelatihan TIK bagi penyandang disabilitas

KomdigiBPSDM KomdigiLiterasi Digital

Literasi Digital

Makin Cakap Digital

Makin Cakap Digital © 2023 - 2026 All rights reserved