BerandaBeritaDetail Berita
Kolaborasi Kemenkominfo dengan Pemerintah Kota Palu dalam Gali Ilmu Literasi Digital

Perlunya Sebarkan Literasi Digital dalam Lingkup Keluarga

Senin, 06 Mei 20245-6 menit baca

Diposting oleh:Makin Cakap Digital


Share Berita

Palu -  Penyebaran literasi digital perlu melibatkan masyarakat khususnya dalam lingkup keluarga untuk menciptakan ekosistem digital nasional yang baik. Hal ini mendorong Direktorat Pemberdayaan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Palu Provinsi Sulawesi Selatan dalam menyelenggarakan kegiatan Gali Ilmu Literasi Digital yang bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya edukasi literasi digital. 


“Kegiatan ini sangat bermanfaat terutama di era gempuran konten-konten yang biasanya masuk di hp kita melalui internet yang mestinya kita harus bisa memfilter konten-konten yang tidak baik bagi kita,” jelas Camat Palu Selatan, Goenawan, S. S.T.P saat kegiatan Gali Ilmu Literasi Digital di Aula Kantor Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu (15/03/2024).


Ada etika-etika yang harus kita pelajari terkait bagaimana bermedia sosial dan membuat konten yang baik, lanjut Goenawan, sehingga kita bisa menjadi pionir di masyarakat dalam menyalurkan informasi-informasi sehingga tidak terjebak dalam konten-konten negatif. 


“Kita bisa diskusi dan bertanya sehingga sepulang dari kegiatan ini bisa menyampaikan kepada keluarga kita, tetangga kita, saudara-saudara kita,” imbau Gunawan. 


Dosen Universitas Negeri Makassar sekaligus pegiat literasi digital komunitas Tular Nalar, Dedy Aswan dalam kesempatan yang sama menjelaskan mengenai hoaks dan cara menjaga data pribadi.


“Hoaks adalah Informasi yang tidak benar tapi dibuat seolah-olah benar, ada tiga jenis hoaks yang pertama Misinformasi yaitu berita yang salah tetapi karena kita meyakini itu benar maka kita ikut menyebarkannya, lalu Mal Informasi yaitu Informasinya benar tapi memuat opini negatif, dan Disinformasi yaitu informasi yang salah dan kita dengan sadar ikut menyebarkannya,” jelas saat kegiatan Gali Ilmu Literasi Digital di Aula Kantor Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu (14/03/2024).


Menurut Dedy, ada beberapa cara agar hoaks dapat bekerja dibedakan menurut tujuan hoaks itu dibuat


“lalu ada beberapa cara hoaks bekerja, ada kacau isi dimana judulnya tidak sama dengan isinya beritanya, lalu ada kacau diri yaitu isi beritanya menyerang sosok tertentu, dan kacau emosi dimana muatan beritanya sangat memantik emosi pembaca,” ujarnya. 


Selain materi mengenai hoaks, Dedy juga memberikan tips bagaimana menjaga data pribadi sehingga peserta kegiatan dapat dengan aman dalam menggunakan teknologi informasi.


“Ada beberapa tips untuk menjaga data prbadi, jangan overshare atau terlalu membagi data pribadi, hidupkan pengaturan privasi di sosial media masing-masing dan setting ke mode private, jangan lupa logout akun kita ketika menggunakan komputer publik seperti di kantor atau warnet, dan jangan kita memasukkan data pribadi di web yang tidak jelas,” jelasnya.


Jawara Internet Sehat dan Mentor Inkubator Bisnis Maleo Techno Center, Andi Rizki Hardiansyah dalam kesempatan yang sama turut memberikan materi mengenai tools apa yang dapat digunakan untuk mendampingi anak di dunia digital.


“Pertama aktifkan Google safe search-nya, agar ketika anak melakukan pencarian di Google yang muncul hanya hal-hal yang relevan, kedua aktifkan mode terbatas di Youtube, sehingga video yang muncul adalah yang aman-aman, atau apabila anaknya masih balita kita bisa manfaatkan Youtube kids karena kontennya khusus anak-anak, dan yang terakhir Ada aplikasi parental control, saya sarankan pakai fitur Google family link, jadi kita punya akses penuh terhadap hp anak kita” paparnya.


Andi menjelaskan tools yang ada di internet dalam pendampingan anak hanya berfungsi membantu orang tua dan bukan menggantikan peran orang tua dalam mendampingi anak dalam beraktivitas di dunia digital.


“Pada akhirnya aplikasi-aplikasi tersebut hanya membantu pendampingan anak di dunia digital, tetapi tidak bisa menggantikan peran orang tua dalam mendampingi anak di dunia digital.” pungkasnya.


Kegiatan Gali Ilmu Literasi Digital di Kota Palu, Sulawesi Tengah” merupakan rangkaian kegiatan program Indonesia Makin Cakap Digital yang diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Kegiatan ini dihadiri sebanyak kurang lebih 100 peserta yang terdiri kalangan masyarakat umum dan komunitas di Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu.

Adapun informasi lebih lanjut mengenai kegiatan dan info terkait literasi digital dapat diakses melalui media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Fanpage @literasidigitalkominfo, kanal YouTube Literasi Digital Kominfo, dan website literasidigital.id.



Share Berita

Berita Terkait

Lihat Semua
Kunjungan Menkomdigi Meaty Hafid di Kubang NTT
Senin, 11 November 2024

Pastikan Kawasan 3T Ada Internet, Menkomdigi Datangi Sekolah

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid melakukan kunjungan ke sekolah di Kupang dalam rangka memastikan adanya konektivitas internet di daerah tersebut.

CFD Anti Judi Online di Semarang
Senin, 11 November 2024

Berantas Judi Online di Indonesia Melalui 3P

Dalam upaya memberantas judi online (judol) diperlukan langkah 3P (penindakan, penyebarluasan, dan pemulihan). Hal tersebut diperlukan karena judol sudah sangat masif beredar di Indonesia.

Seminar UMKM Level Up Bertajuk Ekspansi Bisnis: Strategi Ekspansi, Membangun Sistem, dan Kemitraan Bisnis
Senin, 21 Oktober 2024

Pentingnya Peran Reseller untuk Maksimalkan Produk Penjualan

Peran Reseller terbukti dapat memaksimalkan produk yang dijual setiap UMKM dengan memberikan wawasan baru bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Di sisi lain peran UMKM dalam perkembangan ekonomi Indonesia. Dengan jumlah pengguna internet di Indonesia yang mencapai 221 juta jiwa, terdapat potensi pasar yang besar bagi UMKM di ranah digital. Oleh karena itu, digitalisasi UMKM menjadi hal yang mutlak diperlukan.

Peringatan Hari Santri Nasional (18/10/2024)
Senin, 21 Oktober 2024

Masa Depan Generasi Muda Pada Kecakapan Digital Santri

Kecakapan digital pada para santri menentukan bagaimana kemajuan generasi muda di Indonesia. Generasi muda di kalangan santri dituntut untuk dapat meningkatkan kecakapan dan kompetensi digital menghadai tantangan di dunia digital demi mewujudkan Indonesia maju.

Suasana pada acara "Lari Dari Judol" di CFD Kota Malang, Minggu (06/10/2024).
Senin, 07 Oktober 2024

"Circle" yang Sehat Bisa Jauhkan Diri Dari Godaan Judi Online

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemenkominfo) menggelar kampanye Anti Judi Online dengan tema “Lari Dari Judol” melalui kegiatan Car Free Day (CFD) di Kota Malang. Dalam kegiatan ini turut dihadirkan mantan pemain judol yang bercerita tentang pengalamannya saat terjerumus dalam keburukan judi online dan bagaimana cara ia berhenti berjudi online.

Suasana sesi talk show pada acara Aksi Bersama: Gerakan Anti Judi Online yang digelar oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika di Semarang (06/10/2024).
Senin, 07 Oktober 2024

Berantas Judi Online Melalui Penindakan, Penyebarluasan, Pemulihan

Dalam upaya memberantas judi online diperlukan langkah 3P (penindakan, penyebarluasan, dan pemulihan) karena judi online sudah sangat masif beredar di Indonesia. Hal ini diungkapkan dalam kegiatan Aksi Bersama: Gerakan Anti Judi Online yang digelar oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) pada momen Car Free Day di Kota Semarang, Minggu (06/10/2024).


Makin Cakap Digital © 2023 All rights reserved